Jumat, 06 Agustus 2010

PLENGKUNG NIRBAYA : JALAN BELAKANG KELUAR KOMPLEK KERATON


Sebagai kota tujuan wisata Jogja memiliki banyak tempat-tempat yang indah. Selain keraton, Jogja memiliki banyak bangunan-bangunan yang bersejarah dan bernilai budaya. Bangunan unik ini akan sangat sulit sekali anda temui di tempat lain. Karena bangunan ini berkaitan erat dengan keberadaan Keraton Yogyakarta. Bangunan ini di bernama Plengkung Nirbaya, atau lebih terkenal dengan sebutan Plengkung Gading. Konon plengkung Nirbaya merupakan jalan belakang komplek Kraton dan menjadi ujung selatan dari bagan bangunan kraton. Jalan ini konon juga menjadi pinti masuk Sultan HB I ketika memindahkan pesanggrahannya dari Ambar ketawang ke Jogja. Jalan ini juga menjadi awal prosesi panjang upacata pemakaman para raja-raja kasultanan Jogja yang telah mangkat untuk kemudian terus ke selatan menuju pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri Bantul. Konon Jalan ini tidak boleh dilewati oleh raja yang sedang bertahta.

Tetapi kini Plengkung Nirbaya menjadi bangunan yang berfungsi sebagai pintu masuk atau keluar komplek keraton bagi masyarakat luas, sebab ini merupakan jalan umum yang cukup ramai. Plengkung Nirbaya berada di sisi selatan, dan menurut sebuah sumber Nirbaya berasal dari dua kata yaitu Nir yang berarti tanpa dan baya yang berarti bahaya. Mungkin ini menjadi sebuah harapan agar perjalanan para raja yang sudah mangkat menuju peristirahan yan terakhir agar lancar, aman tidak menemui halangan. Dan pada masa kini Plengkung Nirbaya berarti tanpa bahaya atau tidak bahaya. Secara lengkap Plengkung Nirbaya bisa berati, pintu keluar masuk komplek keraton yang aman, jalan yang selamat menuju komplek keraton. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke keraton tetapi tidak tahu tentang bangunan ini. Bila suatu saat anda datang ke Jogja, tidak ada salahnya anda untuk secara lebih dekat mengenali bangunan unik ini.@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar