Rabu, 26 Januari 2011

GOA PUTRI KENCONO DI PRACIMANTORO


Berada di kesunyian desa kecil bernama Wonodadi kecamatan Pracimantoro kabupaten Wonogiri atau kurang lebih 8 km arah barat laut kota kecamatan Pracimantoro, gua ini memang sangat jauh dari keramaian. Berada pada kawasan hutan perbukitan kapur , kurang lebih 45 km sebelah barat daya kota Wonogiri, wilayah ini juga berbatasan langsung dengan kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Goa yang dari luar tampak kecil itu ternyata didalam sangat luas,bahkan konon mendekati 1000 m2. Seperti halnya goa-goa yang terdapat di kawasan karst lainnya, goa Putri Kencono juga dihiasi dengan stalagtit dan stalagmit yang sangat indah. Tempat ini berada di jalur selatan Jogja - Pacitan yang melintasi kawasan pegunungan seribu yaitu kawasan kabupaten Gunug Kidul dan Wonogiri bagian selatan. Tak jauh dari tempat ini juga terdapat musium karst ( kawasan karst international ) yang juga trdapat beberapa goa serupa. Bila anda kebetulan melewati kawasan ini tak ada salahnya untuk meluangkan waktu sejenak untuk singgah, sekedar istirahat dan menambah wawasan akan objek wisata gua yang ada di tanah air, khususnya di kawasan pegunungan kapur selatan Jawa. Selamat berwisata

Selasa, 04 Januari 2011

KOTA REPUBLIK, YANG BARU DARI JOGJA


Memiliki julukan sebagai kota budaya, kota pelajar, kota mahasiswa, kota perjuangan dan juga kota gudeg ternyata belum cukup untuk Jogja. Sebagai kota perjuangan yang telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada negeri ini, pada saat awal kemerdekaan dahulu, kini kota Jogja memiliki sebutan baru sebagai kota Republik.

Hal ini berkaitan dengan peran kota Jogja yang sempat menjadi ibu kota pada 65 tahun silam. Pengukuhan Jogja sebagai kota republik dilakukan sendiri oleh Ngarsodalem, Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang di dampingi oleh Sri Pakualam IX dan lima kepala daerah yaitu walikota Jogjakarta, bupati Sleman, bupati Bantul, bupati Gunung Kidul dan bupati Kulon Progo. Pengukuhan ini dilakukan di Pagelaran Kraton dalam acara peringatan 65 tahun perpindahan ibukota RI dari Jakarta ke Jogjakarta pada 4 Januari 2010 lalu.

Dalam pengukuhan ini Sri sultan menegaskan peringatan ini menjadi kekuatan bersama untuk kebersamaan. Peringatan ini akan menjadi ‘ritual’ wajib bagi warga Jogja dan akan mengingatkan bila Jogja memang benar-benar istimewa.

Sementara ketua panitya kirab dan pengukuhan Jogja sebagai kota Republik Widihasto Wahana Putra mengatakan bahwa dalam acara kirab dan pengukuhan ini mengandung 3 dimensi .
Yang pertama adalah Jogja selalu memilih cara-cara yang istimewa untuk mengkosolidir kekuatan dan potensi masyarakat, terutama dalam menjaga nilai-nilai patritisme , nasionalisme dan cinta tanah air.

Gerakan ini merupakam sikap politik bersama masyarakat Jogja dengan segala cirri keistimewaan yang melekat didalamnya sampai kapanpun. Dan Jogja sebagai kota Republik adalah harapan bahwa kota ini harus berorientasi pada kepentingan umum yang sejatinya sinergis dengan konsepsi Tahta Untuk Rakyat.

Minggu, 02 Januari 2011

PARANGKUSUMO, YANG SAKRAL DAN BERAROMA MAGIS


Parangkusumo merupakan Pantai yang masih berada dalam satu kawasan dengan Pantai Parangtritis di Jogja. Di komplek Pantai Parangtritis sendiri terdapat tiga tempat yang merupakan satu kesatuan. Parangtritis, Parangkusumo dan satu lagi Parangwedang. Berbeda dengan Parangtritis dan Parangkusumo yang merupakan pantai , Parangwedang adalah sumber air panas yang bisa untuk pengobatan, terutama penyakit kulit.

Di Pantai Parangkusumo ada sebuah tempat yang disakralkan, dimana tempat yang berupa gundukan batu dari sebuah peristiwa geologi pada ribuan tahun lalu itu, dipercaya sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dan raja-raja Mataram beserta keturunannya dengan Nyai Roro Kidul. Dalam bangunan yang disebut Puri Cepuri itulah konon sang Nyai bertemu dengan sang raja yang bergelar Senopati ing alogo itu.

Maka tidak heran bila anda sempat berkunjung kesana, akan menyaksikan orang-orang yang ngalap berkah dengan membuat sesaji berupa kembang dan membakar kemenyan. Nuansa sakral dan aroma magis sangat kental terasa. Untuk sekedar menambah wawasan tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. Sedang untuk percaya atau tidak tentu kembali kepada diri masing-masing. Tempat ini paling tidak akan membuktikan keterkaitan Kraton dengan laut selatan, terlepas anda percaya atau tidak akan keberadaan Nyai Roro Kidul juga kisah cintanya dengan Panembahan Senopati atau raja-raja Mataram beserta keturunannya.@@